Sabtu, 15 September 2018

Ketika Uang dapat membeli Kebahagiaan

Akan tetapi, ini semua juga bisa dibahas secara kiri. Supaya Anda tidak penasaran, bacalah hasil penelitian berikut terkait sedekah, derma, donasi, sumbangan, pemberian, berbagi, atau apapun namanya :


  • Brendan Borrel di majalah ilmiah Nature edisi Maret 2008 menuliskan, "Uang dapat membeli kebahagiaan, terutama ketika Anda membagi-bagikannya".
  • Elizabeth Dunn di risetnya menyimpulkan, "Membelanjakan uang terhadap orang lain mendorong kebahagiaan".
  • Prof. Dafid McClelland di risetnya menyimpulkan "Melakukan sesuatu yang positif terhadap orang lain memperkuat sistem kekebalan tubuh".
  • James House di risetnya menyimpulkan "Menolong orang lain secara sukarela meningkatkan kebugaran tubuh dan angka harapan hidup".
  • Allan Luks di bukunya menyimpulkan "Menolong orang lain dapat mengurangi sakit, mengurangi stress, meningkatkan endorfin dan meningkatkan kesehatan". Ini berdasarkan survey yang melibatkan 3000 sukarelawan dan lebih dari 90% mengaku demikian.
  • Dr. Stephen Post di bukunya menyimpulkan "Sifat dermawan itu menyehatkan dan memanjangkan umur. Bahkan dua kali lebih menyehatkan daripada Aspirin".
  • Lihatlah mendiang Bunda Theresa, walaupun dia menyentuh langsung orang-orang yang sakit, namun dia sendiri tetap sehat. Jelas sudah sifat dermawannya telah menyehatkan dan memanjangkan umurnya.
  • Pernah beberapa kali ada yang sakit. Alhamdulillah, Puji Tuhan, bisa sembuh hanya dengan bersedekah. Tanpa berobat dan tanpa ke dokter.
  • Dan benarlah pesan Nabi "Obatilah penyakitmu dengan sedekah" dan sedekah dapat memanjangkan umur. Ajaib!!
Dan ketika Rahasia Kekayaan Terungkap..

Sejauh ini, sudah bertemu dengan beragam orang kaya di Indonesia, bahkan di Asia. Mereka mengaku, salah satu rahasia kekayaan mereka adalah sedekah. Dan belum pernah bertemu dengan orang miskin yang mengaku, "Saya ini dulunya kaya raya. Gara-gara rajin sedekah, eh sekarang malah jatuh miskin!" belum pernah tuh! Selanjutnya, ini adalah fakta-faktanya :

  • Bill Gates dan Warren Buffet __dua orang terkaya di muka bumi, sekilas mereka begitu tampak kapitalis. Siapa mengira, ternyata ketika bangkrut pada tahun 1990-an, ia malah membagi-bagikan hartanya yang masih tersisa. Karena ia percaya betul, "memberi" itu berbanding lurus dengan "diberi".
  • Robert Kiyosaki, sekilas ia tampak begitu materialistis. Siapa mengira ternyata ia bersikeras , "Jika Anda membangun bisnis yang melayani ribuan orang, maka sebagai timbal baliknya, Anda akan menjadi jutawan. Jika Anda membangun bisnis yang jutaan orang, maka Anda akan menjadi milliarder".
  • Jim Rohn selaku mentor pernah menasehati Anthony Robbins, "Biasakanlah untuk berbagi dan biasakanlah berbagi dalam jumlah yang lebih. Itu bukan saja baik bagi orang lain, tetapi itu juga baik bagi diri kita sendiri".
  • Sebenarnya setiap kali memberi, Anda menghimpun energi yang positif dan membuang energi yang negati. Nah, energi positif ini memancar, sehingga orang-orang merasa nyaman berhubungan dengan Anda. Ujung-ujungnya, urusan-urusan Anda pun menjadi lebih mudah dan Rezeki Anda pun menjadi lebih banyak.
  • Dan benarlah nasihat Khalifah Ali, "Pancinglah rezeki dengan sedekah". Ajaib!!

Ikhlas atau Tidak Ikhlas, tetap dibalas...!

Sebenarnya sih, berapa pun yang Anda sedekahkan pasti dibalas dan dilipatgandakan oleh-Nya. Tidak jadi soal, apakah Anda ikhlas atau tidak. Tidak jadi soal, apakah Anda beriman atau tidak. Buktinya, banyak hartawan yang dermawan menjadi semakin kaya, padahal mereka atheis. Betul sekali, mereka atheis. Bagi mereka, hampir-hampir tidak ada istilah ikhlas! Hampir-hampir tidak ada istilah iman! Wong, tujuan mereka bersedekah biasanya cuma untuk mengangkat merek dan mengurangi pajak!

Balasan, inilah Hukum Kausalitas dari-Nya dan janji tertulis dari-Nya. Yang Saya maksudkan balasan disini adalah balasan jangka pendek ( dunia ). Tentu saja, dengan ikhlas dan iman, kita akan beroleh nilai tambah, berupa balasan jangka panjang ( akhirat ) yaitu ridha, pahala, dan surga dari-Nya. Terus balasan jangka pendek itu berbentu apa??.. Yah berbentuk materi atau sesuatu yang setara dengan itu. Misalnya :
  • Keuangan
  • Kesehatan
  • Keselamatan
  • Kemudahan Urusan
Dengan kata lain, sedekah itu dapat menjadi :

  • Bankir pribadi, karena memudahkan keuangan kita
  • Dokter pribadi, karena memelihara kesehatan kita
  • Bodyguard pribadi, karena memelihara kita dari bala
  • Asisten pribadi, karena memudahkan urusan-urusan kita
Disisi lain, sebenarnya setiap kali Anda bersedekah, itu mendorong roda ekonomi berputar lebih produktif. Bahkan membuka pintu rezeki banyak orang. Dan mudah-mudahan, itu semua kembali kepada Anda.
  • Katakanlah, Anda memberi uang kepada pengemis
  • Dengan uang itu, si pengemis dapat membeli sebungkus nasi
  • Itu berarti, si penjual nasi dapat menjalankan usahanya, menafkahi keluarganya, membukakan pintu rezeki bagi karyawan dan pemasoknya
  • Roda ekonomi pun berputar lebih produktif
Yess,, life is beautiful,.. Love is wonderful,..Giving is powerful,..




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ketika Uang dapat membeli Kebahagiaan

Akan tetapi, ini semua juga bisa dibahas secara kiri. Supaya Anda tidak penasaran, bacalah hasil penelitian berikut terkait sedekah, derma,...